Know Thyself in Solitude

Manusia membutuhkan kesendirian. Perkumpulan dengan orang-orang lain, seringnya adalah akibat kita ingin melarikan diri dari Ego, dan mencari cinta dalam perkumpulan untuk menutupinya. Kesendirian, telah lama dianggap sebagai perilaku yang buruk. Dalam kesendirian, engkau akan bertemu dengan dirimu. Engkau akan menjadi penegak hukum, pemenggal, musuh, dan sahabat dirimu sendiri. Berhati-hatilah dengan dia, karena ia adalah musuh terbesarmu. Sayangilah dia dalam batasan wajar, dikarenakan dia adalah dirimu sendiri yang membutuhkan perhatian. Sebagaimana engkau mencintainya, ejeklah dia.

Hadapilah Ego, hadapilah dirimu, semoga engkau bisa menjadi manusia yang lebih baik, sampai-sampai engkau musnah. Bakarlah dirimu dengan apimu sendiri, karena tidak ada yang akan bangkit kecuali dari abumu sendiri.

 

Terinspirasi dari karya Friedrich Nietzsche : “thus spoke Zarathustra” pada bab Jalan Sang Pencipta.

Advertisements

Dinamika Diri

Sudah berapa banyak karakter idealistik yang aku ciptakan dalam pikiran. Tetapi, tidak kunjung maujud dalam dunia ini, tak kunjung maujud menjadi diri. Aku yang sekarang bukanlah yang dulu lagi, baik secara material maupun rohani. Tiap detik, sel demi sel mati dan diganti dengan yang baru. Setiap hari, ide-ide dan pemikiran tersaring baru hadir. Ini semua senantiasa memengaruhi diriku. Seperti kata Ahmad Wahib -aku tak tahu ideologi hidupnya bagaimana tapi kata-katanya bagus- yang kurang lebih berbunyi, “Aku bukan Wahib. Aku adalah me-wahib. Aku mencari, dan terus menerus mencari, menuju dan menjadi Wahib. Ya, aku bukan aku. Aku adalah meng-aku, yang terus menerus berproses menjadi aku”. Oleh karenanya, begitu juga diriku, dinamis.

        Pernah terlintas dalam pikiran, bisa jadi orang menganggap diriku aneh karena dinamisnya pola pikir dan sikapnya. Perubahan dinamis ini adalah proses peng-aku-an diri. Kadang perubahannya besar atau radikal, dan kadang perubahannya kecil. Hal-hal ini akan selalu terjadi, baik jika diri ini belajar ataupun diam. Dengan sikap dinamis, bukan berarti diri ini adalah orang yang tidak berprinsip lagi tidak berpendirian. Idealnya, sikap ini berlaku dengan mengambil hal-hal baik dan benar secara kritis lalu merombak, mereformasi struktur, atau merevolusi pikiran. Tujuannya adalah mencapai derajat akal maupun hati yang lebih baik, lalu berpegang kepadanya.

Penjelasan Sia-Sia dan Hakikat

         Adalah  hal yang sia-sia untuk menjelaskan siapa dan bagaimana Engkau kepada orang lain, karena kebanyakan orang hanya ingin tahu bukan peduli. Terimalah kesendirianmu di dunia karena ini adalah jalan yang asing. Dunia ini memang kejam, yang mebuat engkau merasa ingin keluar dari belenggunya. Tipuan-tipuannya yang memperdaya, menipu dengan berbagai hal buruk yang dikandungnya. Selain itu, jangan hanya menyalahkan hakikat dunia ini yang memang jelek dan tak berharga. Salahkan juga dirimu wahai diri, yang mau saja tunduk padahal sudah tahu hakikat dunia ini, betapa bodohnya. Bisa saja ditakdirkan kepada seorang manusia untuk melakukan suatu dosa, namun merupakan kewajiban baginya untuk senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri.

Eksitensi

               Sangat mudah untuk melupakan betapa tak berartinya kita, sebagai umat manusia dalam alam semesta nan megah ini. Renungkanlah, jika dari awal alam semesta ini (Big Bang) hingga tahun ini diasumsikan dalam 365 hari, -sebuah kalender kosmik- , umat manusia barulah muncul pada tanggal 31 Desember, beberapa menit atau jam menjelang tengah malam. Dalam sejarah alam semesta, dalam skala waktu yang sangat besar itu, kita bukanlah apa-apa.

Continue reading Eksitensi

Mindset Seorang Pelajar bukan Sekadar “Berkerja”

                Mindset seorang pelajar bukan sekadar “berkerja” yang pada akhirnya mereka akan menghabiskan waktu lebih dari separuh hidup, “bekerja”. Mengerjakan sesuatu sebatas selesai tanpa memikirkan seperti apa dampak apa yang telah dikerjakannya pada orang lain. Fokus “bekerja” adalah diri sendiri, fokus berkarya adalah kemaslahatan orang banyak. Kita juga harus aktif dalam eksplorasi ilmu, mencari-cari aplikasinya untuk berkarya.

Lubuk Sikaping : Sahabat Alam

            Salam, sesuai dengan judul karya ini, saya akan menceritakan tanah kelahiran saya, Lubuk Sikaping, ibukota dari Kabupaten Pasaman, provinsi Sumatera Barat. Kota ini termasuk kawasan lumbung padi kabupaten dan juga dikenal dengan moto SAIYO yang merupakan singkatan dari Sehat, Aman, Indah, Yakin dan Optimis.

Continue reading Lubuk Sikaping : Sahabat Alam